Gerakan Perempuan Mengaji ” Membangun Spirit Ramadhan, Raih Keutamaan Lailatul Qadar” bersama Ustadz DR. Sueardi Rosyid Anwarudin, S.Pd., M.Pd
Pada kegiatan Perempuan Mengaji kali ini mengambil judul ” Membangun Spirit Ramadhan, Raih Keutamaan Lailatul Qadar” bertepatan dengan bulan Ramadhan 1446 H. kajian yang diisi oleh Ustadz DR. Sueardi Rosyid Anwarudin, S.Pd., M.Pd ini mengajak jamaah untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Mengapa Spirit Ramadan Penting?
Spirit Ramadan adalah semangat yang mendorong kita untuk memanfaatkan setiap detik di bulan suci ini dengan sebaik-baiknya. Dengan spirit Ramadan yang kuat, kita akan lebih mudah untuk:
- Menjalankan ibadah dengan khusyuk dan ikhlas: Puasa, salat tarawih, tadarus Al- Quran, dan ibadah lainnya akan terasa lebih ringan dan bermakna.
- Menahan diri dari hawa nafsu: Godaan duniawi tidak akan mudah menggoyahkan
- Memperbanyak amal kebaikan: Kita akan lebih termotivasi untuk bersedekah, membantu sesama, dan melakukan perbuatan baik lainnya.
- Mencapai Lailatul Qadar: Dengan spirit Ramadan yang tinggi, kita akan lebih bersungguh-sungguh dalam mencari malam kemuliaan tersebut.
Bagaimana Membangun Spirit Ramadan?
- Memperbaiki Niat
- Niat yang ikhlas karena Allah SWT adalah kunci utama dalam beribadah
- Niatkan puasa, shalat, dan amal lainnya semata-mata untuk mencari ridha Allَ aْhَ SWَ Tَّ . إِنما الأعمال بِالنيةِ وإِنما لكل امرِ „ئ ما نوى Sesungguhnya semua amal tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. ( HR Bukhari Muslim)
- Memperbanyak Ibadah
- Menjaga sholat berjamaah Salat adalah tiang agama, dan berjamaah serta salat malam memiliki keutamaan yang besar.
- Shalat Tarawih: Shalat malamَْ yaْng hَaَّnَyَa aَdaَ di bulaًn َRamْaَdhًaَ n َ َ َ َ َ َ من صام رمضان إِيمانا واحتِسابا غفِرَ له ما تقدم مِن ذنبِهِ Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari 2014 dan Muslim)
- Meَmَ bacaَ Alْ -Qَuranَ :9 ْRaَ mِّ adhanَ ِّ aَdَalahَّ buِّlanً y9 dituruَ nkaْ nnya Aَ l-Qُ u- ranَّ.
- Bersedekah: Memberi makan orang yang berpuasa atau bersedekah kepada yang membutuhkan
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim)
- I’tikaf: Berdiam diri di masjid untuk beribadah, terutama di 10 hari terakhir Dari Aisyah ra. “Nabi saw beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hingga Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf setelah itu”. (HR. Bukhari dan Muslim).
- Menjaga Lisan dan Perbuatan
- Menghindari perkataan yang sia-sia, ghibah, dan perbuatan dosa
Berpuasa memang sah selama kita sudah niat saat malam hari dan menahan diri dari makan dan minum dari waktu terbit fajar hingga maghrib tiba. Akan tetapi untuk mempertahankan pahala puasa tersebut, tidak cukup dengan dua hal itu. Salah satu upaya untuk menjaga agar pahala puasa tetap utuh adalah dengan menjaga lisan dari ucapan buruk. Nabi saw pernah bersabda:
مَن لَ مْ يَ دَ عْ قَ وْ لَ ال زُّورِ وَا لْ عَ مَ لَ بِهِ فَ لَ يْ سَ لَِِّلّ حَا جَ eة .فِِ أَ نْ يَ دَ عَ طَ عَا مَ 9ه وَ ََ شَا بَ 9ه
Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukannya, maka Allah tidak butuh jika ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Al- Bukhari).
- Memperbanyak Doa dan Istighfar
- Memohon ampunan atas dosa-dosa dan memanjatkan doa-doa
- Terutama pada saat menjelang berbuka puasa, karena salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
MERAIH LAILATUL QADAR
Lailatul Qadar adalah salah satu malam mulia yang ada di bulan Ramadhan dan kedatangannya dinantikan kaum muslim. Adapun kedatangan malam Lailatul Qadar tersebut juga ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda dan keistimewaan.
Keistimewaan atau keutamaan malam Lailatul Qadar tersebut dapat diraih kaum muslim dengan mengerjakan sejumlah amalan, seperti sholat sunah lailatul qadar hingga i’tikaf di masjid.
Adapun terjadinya Lailatul Qadar ini diyakini pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, tepatnya di malam ganjil yang dimulai pada malam 21, 23, 25, 27, dan 29.
Tanda-tanda Lailatul Qadar
Kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan malam yang sangat mulia itu tiba. Karena hanya orang-orang terpilih saja yang akan memahami dan mendapatkan keistimewaan malam itu. Namun, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar akan datang pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan melalui sabdanya sebagai berikut
». تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ .فِ الوَتْرِ مِنَ العَسَِْ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ «
Carilah lailatul qadr pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. (HR. Bukhori).
Selanjutnya, Rasulullah SAW ketika ditanya oleh para sahabat beliau menjawab terdapat beberapa ciri-ciri malam Lailatul Qadar seperti malam yang terang dan bercahaya, udara yang sejuk, langit cerah, hingga angin yang tenang.
” Rasulullah SAW pernah ditanya tentang tanda-tanda lailatul qadar, maka beliau bersabda: Yaitu malam yang terang dan bercahaya, udaranya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung tidak ada hujan, tidak ada gerak angin dan tidak ada bintang yang dilempar. Paginya matahari terbit dengan terang tapi tidak terlalu memancar.”
Sehingga berdasarkan penjelasan Nabi Muhammad SAW dapat disimpulkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:
- Malam terang dan bercahaya
- Udara tidak panas dan tidak dingin
- Tidak ada mendung
- Tidak ada hujan
- Tidak ada gerak angin
- Tidak ada bintang yang dilempar
Keistimewaan Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen yang paling dinantikan dan diharapkan oleh umat Islam. Hal itu disebabkan karena pada malam itu terdapat berbagai macam keistimewaan dan keutamaan yang hanya akan diperoleh oleh umat Islam yang dirahmati oleh Allah, pasalnya tidak semua orang akan berjumpa dengan malam yang mulia ini.
- Lebih baik dari pada seribu bulan
Apabila seorang muslim menunaikan ibadah ataupun melakukan kebaikan di ketika malam Lailatul Qadar, maka ia akan memperoleh pahala mengerjakan kebaikan itu setara dengan 1000 bulan atau 83 sampai 84 tahun lamanya.
- Malam yang Dimuliakan oleh Allah SWT
‘Al Qadar’ dapat diartikan sebagai ‘Al Syarf’ yang berarti mulia (kemuliaan dan kebesaran). Maksudnya Allah SWT telah mengangkat Nabi Muhammad pada malam ini dan menjadikannya sebagai Rasul terakhir.
- Al-Quran Diturunkan
Ketika malam Lailatul Qadar Allah menurunkan Al-Quran dari Lauh Al-Mahfudz ke Baitul Izzah. Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al Qadr ayat 1 sebagai berikut:
إنا أنزلناه فِِ ليلةِ القدرَِّ َ ْ ْ َ َ َ ْ َ
Artinya : ” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar.”
- Malaikat Banyak yang Turun ke Bumi
Salah satu keistimewaan dari malam Lailatul Qadar adalah para malaikat akan banyak turun ke Bumi dan dipimpin malaikat Jibril. Para malaikat akan turun dengan cahaya yang cemerlang, dengan penuh kedamaian dan kesejahteraan. Kedatangan mereka untuk mengucapkan selamat kepada umat Islam yang telah menunaikan ibadah selama bulan Ramadhan.
- Dipenuhi Kesejahteraan Hingga Fajar
Malam Lailatul Qadar akan dipenuhi dengan keberkahan dan kesejahteraan hingga matahari terbit atau waktu fajar. Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al-Qadr ayat 5 sebagai berikut:
سَ لََ eم هَِِ حَ َّّ َٰت مَ طْ لَعِ ا لْ فَ جْرِ
“Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar.”
Mencari di 10 Malam Terakhir
Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Memperbanyak Ibadah di Malam Hari
- Shalat malam, membaca Al-Quran, berdzikir, dan
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)
- Berdoa dengan Doa Khusus
- Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Rasulullah SAW menjawab: “Ucapkanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi)
- Ciri-ciri Lailatul Qadar
- Malam yang tenang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu
- Matahari terbit di pagi harinya dengan cahaya yang Penutup
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjalani Ramadhan dengan sebaik- baiknya dan mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Aamiin

oplus_34
( kontributor : Tim Liputan Website Aisyiyah Kota Madiun )